Di tahun 1990 di wilayah lingkungan RW O3 Kelurahan Kalideres dapat perkumpulan seni bela diri pencak silat dan olah pernapasan bernama Perguruan Pencak Silat Muda Harapan sebagai cikal bakal Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah (PPS SMI Komwil) Jakarta Barat saat ini.
Berawal dari aktifitas beberapa orang tua dan remaja di motori oleh Bapak Endang dan Bapak Asmat yang keduanya berguru dari seorang pendekar silat dari daerah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat bernama Bapak Uci. Aktifitas latihan biasa dilakukan pada malam hari hingga tengah malam di beberapa sudut di wilayah RW 03 Kelurahan Kalideres. Sampai sosok seorang pembimbing, pelindung sekaligus penasehat yaitu Bapak
H. Muzwar Hamidy, SH melihat aktivitas ini sebagai sesuatu yang positif hingga bersedia mengelola perguruan pencak silat ini agar bisa lebih berkembang dan dapat dirasakan orang banyak. Bapak H. Muzwar Hamidy, SH yang bertempat tinggal di Gg. Swadaya Utama No. 7 Rt 002 RW 03 Kelurahan Kalideres, sehari-harinya berprofesi sebagai seorang advokat adalah sosok seorang yang cukup dihormati dan dipandang sebagai tokoh masyarakat di lingkungan Kelurahan Kalideres ditambah lagi sosok istri Ibu Hj. Nani Sumarni adalah juga seorang yang aktif di organisasi kemasyarakatan di lingkungan RW hingga tingkat provinsi DKI pada saat itu.
Perguruan Pencak Silat Muda Harapan beralih nama menjadi Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia adalah atas hasil perundingan para pengurus di Kalideres dan Pelabuhan Ratu agar masuk bergabung dalam jajaran Komisariat Daerah DKI Jakarta Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia dibawah binaan Bapak Prabowo Subiyanto (Danjen Kopasus), ditambah lagi dengan terpilihnya Bapak H. Muzwar Hamidy, SH menjadi Ketua Komisariat Wilayah Jakarta Barat.
Salah satu putra Bapak H. Muzwar Hamidy, SH bernama Indra Madya Permana yang pada saat itu berstatus mahasiswa Arsitektur juga ikut mengembangkan seni bela diri ini dimulai dengan membuka unit-unit di sekolah dengan harapan dapat berkesinambungan di tiap tahun ajarannya dan juga menambah lagi membuka unit-unit umum.
Indra Madya Permana atau yang lebih dikenal Indra MP bergabung dalam jajaran Korps Pelatih PPS SMI DKI dan mendapatkan sabuk kepelatihan tahun 1996 yang diselenggarakan di Markas Yonif Linud 328 Cilodong, Jawa Barat.Unit SMU 95, SMU 94, SMK Jakarta Satu, unit Semanan, unit Kalideres, unit Kemanggisan dan unit Komplek BPK termasuk unit-unit awal yang terbentuk.
Aktifitas dan prestasi telah banyak di dapat dan dilakukan oleh perguruan pencak silat di kejuaran, ujian kenaikan tingkat, Kirab Remaja Nasional dan Satgas Kopassus. Selain berkonsentari pada seni bela diri pencak silat, PPS SMI Komwil Jakarta Barat memiliki nilai khusus dibanding Komwil di wilayah DKI lainnya yaitu memiliki akses langsung untuk olah pernapasan Sabandar Kari Madi yang didapat pada saat masih menjadi PPS Muda Harapan yang berbasis di Pelabuhan Ratu dibawah ajaran Bapak Uci yang kemudian dipertemukan dengan sesepuh Sahbandar Abah Iip di Ciomas – Bogor, Abah Oon di Cibadak – Sukabumi dan Bapak Dindin Djuandi di Karang Tengah.
Bapak Uci dan Abah Oon diangkat menjadi Dewan Guru di PPS SMI Komda Jawa Barat, Bapak Dindin Djuandi sebagai Dewan Guru di Komda DKI Jakarta dan Abah Iip sebagai sesepuh Sabandar di Pengurus Pusat PPS SMI. Hingga akhirnya sampai saat ini Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Komwil Jakarta Barat masih berdiri mengembangkan seni bela diri pencak silat SMI dan Sabandar Kari Madi sebagai wujud rasa kecintaan dan keinginan untuk melestarikan seni budaya Indonesia dan rasa hormat yang tiada terhingga pada para guru dan pendiri yang sudah tiada. Bapak tercinta H. Muzwar Hamidy, SH telah wafat pada 29 Maret 2011 begitu juga Bapak Uci dan Abah Oon beberapa tahun sebelumnya.
Kami para penerus PPS SMI Komwil Jakarta Barat yang tergabung dalam dalam Korps. Pelatih PPS SMI Komwil Jakarta Barat dan Pengurus PPS SMI Komwil Jakarta Barat yang dilanjutkan oleh Indra Madya Permana akan terus mengenang jasa Bapak dan Guru kami.